top of page

Solid Gold | Makanan Cepat Saji Bisa Sehat, Begini Caranya!

  • Sep 2, 2019
  • 2 min read

SOLID GOLD

Makanan Cepat Saji Bisa Sehat, Begini Caranya! - Solid Gold

Solid Gold Lampung - Siapa bilang diet itu sulit? Anda hanya perlu menghindari makanan tertentu yang mengandung banyak kalori dan lemak jenuh. Contohnya fast food atau makanan cepat saji.

Makanan ini telah lama diklaim sebagai salah satu faktor meningkatnya kasus obesitas di sejumlah negara. Namun, sebuah studi yang baru saja dilakukan oleh Harvard University menemukan bahwa makanan cepat saji bisa saja masuk dalam kategori sehat dengan beberapa persyaratan.

Pertama, Anda harus membuang saus dan topping yang ada di dalamnya. Lalu menghindari konsumsi minuman bersoda ketika menyantap 1 porsi burger berukuran besar. Gantilah minuman bersoda itu dengan segelas air mineral.

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine ini telah menganalisis sekitar 34 rumah makan cepat saji, untuk mengetahui jumlah kalori yang terkandung dalam setiap hidangannya. Hasil analisis mereka, rata-rata menu makanan combo di rumah makan cepat saji mengandung 1.193 kalori.

Untuk mengakalinya, seseorang hanya perlu membuang saus, dan menghilangkan beberapa topping seperti keju. Kemudian, pilihlah minuman lain sebagai pengganti soda. "Kami terkejut ketika mengetahui modifikasi makanan ini dapat mengubah profil nutrisi yang diterima dengan sangat signifikan," kata Kelsey Vercammen of Harvard’s T.H. Chan School of Public Health dalam wawancaranya dengan Reuters Health.

Vercammen sangat optimis bila kebiasaan ini diterapkan oleh semua orang, maka dapat menimbulkan manfaat kesehatan yang luar biasa bagi keberlangsungan hidup mereka. Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, makanan cepat saji kerap dikaitkan oleh berbagai penyakit berbahaya seperti obestias hingga kematian dini.

Apalagi di zaman serba modern seperti saat ini. Iklan makanan cepat saji yang sering ditayangkan di layar kaca televisi, ternyata dapat meningkatkan keinginan para konsumen untuk menyantap lebih banyak lagi makanan tersebut. Terutama para remaja.

Menurut penelitian, remaja yang menghabiskan waktu luang di sore hari dengan menonton iklan makanan tinggi kalori memiliki kecenderungan untuk menyantap lebih banyak makanan cepat saji. Jumlahnya bisa mencapai 500 porsi per tahun.

Penelitian ini menunjukkan, para remaja yang menonton acara televisi selama kurang lebih tiga jam, akan lebih banyak mengonsumsi keripik, kue, minuman bersoda, serta membawa pulang makanan cepat saji, seperti pizza dan hamburger.

Namun, apabila mereka menonton tv dengan durasi yang sama tetapi tidak dilengkapi dengan iklan makanan cepat saji, kebiasaan makan mereka tidak akan terpengaruh.

“Ini adalah bukti terkuat bahwa iklan makanan cepat saji bisa meningkatkan keinginan para remaja untuk menyantap makanan tersebut. Kami tidak mengklaim setiap remaja yang menonton TV komersial akan menyukai junk food, namun penelitian ini menunjukkan adanya hubungan kuat antara iklan dan kebiasaan makan,” tutur Dr Jyotsna Vohra, selaku ketua penelitian. - Solid Gold

sumber : okezone

Baca Juga :

Comments


Who's Behind The Blog
Recommanded Reading
Search By Tags
Follow "THIS JUST IN"
  • Facebook Basic Black
  • Twitter Basic Black
  • Black Google+ Icon

Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page