top of page

PT Solid Gold Berjangka | 3 Perbedaan Asma Kulit dengan Alergi Biasa pada Anak

  • Aug 15, 2019
  • 2 min read

PT SOLID GOLD BERJANGKA

3 Perbedaan Asma Kulit dengan Alergi Biasa pada Anak - PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka Lampung - Dermatitis Atopik (DA) atau lebih dikenal dengan sebutan asma kulit, seringkali disalahartikan sebagai kondisi alergi pada anak. Padahal, keduanya merupakan kondisi berbeda dengan penanganannya yang berbeda juga.

DA biasanya menimbulkan kondisi kulit kering pada anak sehingga saat terpapar faktor pencetusnya, memicu rasa gatal. Kondisi ini sering membuat orang tua salah memahami kondisi anak dengan menyebutnya alergi.

Berikut ini tiga perbedaan DA dan alergi yang dipaparkan oleh spesialis kulit dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDV.

Gatal

Alergi adalah suatu istilah umum yang paling sering digunakan secara luas tentang keluhan gatal di kulit. Padahal, Anthony menjelaskan, yang sebenarnya dimaksud dengan alergi adalah suatu respons tubuh terhadap satu atau beberapa benda asing (alergen), dan pada umumnya menimbulkan keluhan gatal di kulit.

"Faktanya, karena salah satu keluhan utama dari DA adalah gatal, maka penyakit DA sering disebut sebagai alergi, padahal tidak semua penderita Alergi adalah penderita DA, tetapi keduanya memang memiliki keluhan yang sama, yaitu gatal," ucapnya dalam temu media di kawasan Menteng, Jakarta, belum lama ini.

Lokasi kelainan

Selain rasa gatal, orangtua juga bisa mengenali DA dengan lokasi kelainan yang terjadi di kulit. Khusus pada anak, terdapat di beberapa lokasi seperti lipat siku, lipat lutut, seputar bibir atau mata dan pipi.

"Yang perlu diperhatikan adalah penderita DA, biasanya memiliki gejala penyerta seperti hidung meler atau bersin pada pagi hari (rhinitis allergica), mata merah (conjunctivitis allergica), dan asma," paparnya.

Pengobatan

Pengobatan DA pada anak dan remaja tergantung dari keparahan penyakit dan fase penyakit, apakah pada saat aktif atau fase maintenance. Obat yang dapat diberikan mulai dari pengobatan topikal, oral, penyinaran dan suntikan.

"Terdapat beberapa zat aktif yang sering digunakan dalam pengobatan DA, yaitu Kortikosteroid, Tacrolimus, Pimecrolimus," terangnya. - PT Solid Gold Berjangka

sumber : viva

Baca Juga :

Comments


Who's Behind The Blog
Recommanded Reading
Search By Tags
Follow "THIS JUST IN"
  • Facebook Basic Black
  • Twitter Basic Black
  • Black Google+ Icon

Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page